1.483 Ha Lahan Pertanian Gagal Panen di Karo Terdampak Erupsi Gunung Sinabung


Media Swara Semesta (11/8/2020)

Karo -Tak hanya pemukiman warga dan fasilitas umum, lahan pertanian warga juga terdampak material vulkanik hasil erupsi Gunung Api Sinabung. Total ada sekira 1.483 hektare (ha) lahan pertanian warga yang tertutup material erupsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Peranginangin mengatakan, berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Karo, 1483 ha lahan pertanian itu tersebar di 4 kecamatan. Yakni Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Merdeka, Kecamatan Berastagi dan Kecamatan Dolat Rakyat,senin.

“Yang terbanyak di Kecamatan Naman Teran mencapai 907 ha. Terdiri dari lahan pertanian Kentang, Kubis, Bunga Kol, Cabai, Tomat, Buncis dan Ubi,” sebut Natanail.

“Sementara di Kecamatan Merdeka seluas 291 ha, di Kecamatan Berastagi 211 ha dan Kecamatan Dolat Rakyat seluas 74 ha,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Purba, menyebutkan, dari lahan pertanian terdampak erupsi tersebut, sekira 85 persen diantaranya terancam gagal panen.

“Tingkat kerusakannya mencapai 85 persen,” tukasnya.

Untuk diketahui, Senin, 10 Agustus 2020, Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo setidaknya mengalami dua kali erupsi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 10:16 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 5 ribu meter dari puncak gunung. Sementara erupsi kedua pukul 11:17 dengan tinggi kolom letusan mencapai 2 ribu meter dari puncak gunung.

Pasca-erupsi, gunung berketinggian 2.460 mpdl itu memuntahkan material vulkanik terdiri debu, pasir dan batuan. Sejumlah daerah di sekitar kaki gunung tertutup material dengan ketebalan cukup tinggi.


(Gtr/an)

1.483 Ha Lahan Pertanian Gagal Panen di Karo Terdampak Erupsi Gunung Sinabung 1.483 Ha Lahan Pertanian Gagal Panen di Karo Terdampak Erupsi Gunung Sinabung Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 10.8.20 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.