Oknum Kades Afdeling VI Dolok Hilir Diduga Melakukan Pembangunan Desa demi Mengejar Keuntungan Pribadi.

Media Swara Semesta  (4/1/2022)

Pemerintah Desa merupakan lembaga perpanjangan pemerintah pusat yang memiliki peran strategi untuk mengatur masyarakat yang ada di perdesaan demi mewujudkan pembangunan pemerintah.

Berdasarkan perannya tersebut, maka diterbitkanlah peraturan-peraturan atau undang-undang yang berkaitan dengan pemerintahan desa yang mengatur pemerintahan Desa, sehingga roda pemerintahan berjalan dengan optimal.

Namun sangat disesalkan untuk Nurhaidah oknum kepala desa AFD VI Dolok Hilir Kecamatan Dolok Merawan kabupaten Serdang Bedagai, diduga tidak melakukan tugas dan fungsinya sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan.

Nurhaidah diduga melakukan pembangunan untuk mengejar keuntungan secara pribadi dan tidak memikirkan kegiatan tersebut bermanfaat demi menunjang perekonomian masyarakat dalam menghadapi keterpurukan ekonomi masyarakat saat menghadapi pandemi covid-19.

Hal itu terbukti, ketika LSM Swara Semesta Keadilan datang ke kantor desa sekitar jam 10.09 wib, kantor desa masih dalam keadaan tutup dan belum ada perangkat maupun operator yang datang dalam memenuhi tanggung jawabnya melayani masyarakat. Selasa 4 Januari 2022.

Selanjutnya sebagai sosial kontrol kami dari LSM Swara Semesta Keadilan melihat banyak kejanggalan-kejanggalan terpantau disana, artinya menghamburkan uang negara yang dikucurkan melalui program dana desa namun tidak menyentuh terhadap kepentingan masyarakat luas. Misalnya proyek pembuatan/pengadaan tong sampah hanya tinggal rangka saja sementara tongnya raib.

Begitu juga fasilitas hidroponik yang mangkrak tak berjalan secara berkesinambungan, dan ini disebabkan tidaklah cocok di desa kebun seperti desa AFD VI Dolok Hilir ini, karena kondisi rumah masyarakat kebun memiliki halaman yang luas dan yang cocok disana adalah pengembangan proyek gizi, ungkap Dirsyam

Lebih ironis lagi pembangunan jalan  bermaterial paving blok dengan volume P69 L2m TA.2021 senilai Rp. 42.985.000,- disebelah kantor desa yang kurang menyentuh terhadap kepentingan masyarakat disinyalir nilainya sangat fantastis sebesar Rp.311.485/mtr, ucap Dirsyam.

Dalam hal ini dapat dipastikan bahwa peran serta BPD tidak berfungsi di desa ini, bahkan disinyalir pembangunan desa tidak berdasarkan aspirasi masyarakat desa, katanya.

Kami sudah mencoba menghubungi Nurhaidah untuk konfirmasi dalam sepekan ini namun yang menerima anaknya yang kebetulan perangkat desa juga, secara WhatsApp Julpan mengatakan nanti akan disampaikan ke ibu, kata Julpan.

Dihubungi secara panggilan seluler (4/1) Julpan mengatakan kata ibu nantilah itu, sehingga berita ini terbit, tutup Dirsyam.

Wartawan : Da'im/Dirsyam
#gambaranserdangbedagai
#wajahindonesia
#desaafdeling6dolokilir #BPDdesaafdeling6dolokilir #kabupatenserdangbedagai #bupatidarmawijaya
#hindarikorupsi #hapusbudayakorupsi
#gubernursumaterautara #edy_rahmayadi
#kejaksaannegeriserdangbedagai

Oknum Kades Afdeling VI Dolok Hilir Diduga Melakukan Pembangunan Desa demi Mengejar Keuntungan Pribadi. Oknum Kades Afdeling VI Dolok Hilir Diduga Melakukan Pembangunan Desa demi Mengejar Keuntungan Pribadi. Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 4.1.22 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.