Like Dong
Berita Populer
Bupati dan Sekda, Mursyid dan jemaah Tarikat Naqaabandiah ke Kumpulan Bonjol Sumbar.
Responsive Ad Here
Media Swara Semesta (23/07)
Rokan Hulu
Bupati Rokan Hulu (Rohul), H.Sukiman bersama Sekda Abdul Haris, Ketua TP PKK Hi Peni Herawati, Ketua DW Hj Netty Herawati, Sabtu siang kemarin, melepas Jemaah Tarikat Naksabaniyah ke Kimpulan Bonjol, Sumatera Barat (Sumbar).
Bupati Sukiman saat melepas rombongan Jemaah, titip doa keselamatan dalam memimpin dan kesejahteraan untuk masyarakat Rohul.
Pelapasan juga dihadiri Kasisparbud Drs Yusmar M.Si, staf disparbud yang mendampingi jemaah ke Kumpulan Bonjol, Ketua dan beberapa anggota tarekat yang mengikuti Haul.
Jamaah di lepas Bupati Jam 9.30 Wib, dan para jemaah tarekat berangkat pukul 15.30 Wib, dengan menumpang 3 bus yang disediakan Pemkab Rohul, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudyaan Rohul.
Diperkiraan jrmaah tarekat yang ikut acara Haul di Kumpulan Bonjol lebih kurang 300 orang, 150 orang dengan Bus disediakan Pemkab, dan 150 orang lagi menggunakan kenderaan pribadi dan carteran jemaah secara berkelompok.
Walaupun tidak disediakan secara keseluruhan oleh Pekab, namun kiranya merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah Rohul kepada para jemaah Tarikat yang merupakan salh satu refresentasi Negeri Seribu Suluk ini.
"Kabupaten Rohul sebagai Negeri Seribu Suluk, salah satunya di tandai dengan ribuannya para jemaah suluk yang ada di Negeri ini, Jemaah tersebut tergabung dalam 2 kelompok besar yang di sebut kemah, yakni kemah Babusalam, Langkat Sumatera Utara atau lazim di sebut Busilam dengan pimpinan pertamanya Syekh Abdul wahab Rokan Al Kholidi Naqsabandi,"
"urutan Kemudian, ke 32 silsilah suluk dari Rasullallah SAW dan murid Salman Al Zuhdi. Sementara Kemah ke 2 berada di Kumpulan Bonjol Sumatera Barat, dengan pimpinan pertamanya Syekh Maulana Ibrahim Kumpulan (dengan nama sebutan akrab dan dekatnya Ibrahim Angguik," jelss Yurmar.
Sementara Itu, dari sisi haul kumpulan Bonjol lebih tua dari Bussilam Langkat, karena Kumpulan Bonjol Haul ke 108, kalau Bussilam Langkat yang ke 95. Namun kedua kemah atau tempat tersebut mempunyai hubungan emosi yang kuat sejak lama dan mempunyai sejarah kuat dengan Rohul. Karena jika di Kumpulan Bonjol salah satu tiang besar yang menjulang di Surau Suluk Kumpulan di angkat dan tancapkan oleh Syekh dari Rokan sekarang Rohul, yaitu Syekh Ismail Surau Gading, dan Syekh Surau Bungsu di Boter, dimana sampai sekarang tiang tersebut masih berdiri kokoh dan dapat di saksi kan jika kita sampai ke Surau Suluk Tua Kumpulan Bonjol tersebut," terang Kadisparbud, Yusmar
Ditambahkannya, sampai di perlakukan seperti patung Budha Pontong di Candi Borobudur. Sementara di Busilam Langkat Syekhnya adalah Kelahiran Kabupaten Rohul tepatnya di Rantau Binuang Sakti Kecamatan Kepenuhan. Sampai sekarang bukti berupa makam guru dan tempat mengaji serta tempat halwat beliau masih di temukan.
Kedua Kemah dan Tarekat ini di Kabupaten Rohul mempunyai koordinator jemaah, jika Bussilam Langkat koordinatornya Mustafa Kamal, maka Koordinator jemaah Kumpulan Bonjol adalah Ade Irwan Haudayana.
Dimana penunjukan koordinator tersebut berasal dari Mursyid atau pimpinan suarau suluk yang berada di Bussilam Langkat dan Kumpulan Bonjol, secara turun temurun.
"Setiap tahun para jemaah Tarikat ini melaksanakan ziarah besar ke tempat kemahnya masing-masing,
Jika di Bussilam Langkat dilaksanakan lebih dahulu dari Kumpulan Bonjol, sesuai dengan waktu mangkat nya pimpinan pertama syekh atau guru dari kemah nya masing masing," ucap Bupati.
Bupati juga menyatakan, bahwa berdasarkan informasi data kasar dari pengurus dua kemah suluk ini di Kabupaten Rohuk, Jemaah yang ber induk atau ber kemah di Kumpulan Bonjol ada 77 surau lebih kurang 6.000 orang jemaah, dengan, sementara berinduk ke Bussilam Langkat berjumlah 55 Surau Suluk dengan Koordinator Mustafa Kamal teridiri dari 5.000 jemaah, total jemaah suluk di Rohul." (S.Hasibuan)
Tags
Responsive Ad Here

0 Komentar