Like Dong
Berita Populer
Penyeberangan tradisional di Desa Naga Kesiangan Bernuansa Wisata Penuh Pesona.
Responsive Ad Here
Media Swara Semesta (4/09)
Serdang Bedagai
Terkesan seperti kembali ke zaman silam, secara tradisional masyarakat diseberangkan dengan menggunakan dua sampan yang dirakit menjadi satu mengapung di atas air sebagai sarana untuk akses yang digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.
Sampan tersebut digunakan untuk mempermudah masyarakat yang hendak beraktivitas melintai jalur penyeberangan alternatif, berhubung jembatan dalam perbaikan dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga mengharuskan masyarakat desa Naga Kesiangan bersama dengan kepala desa Boimin berinisiatif membuat rakit untuk mempermudah aktifitas mereka sehari-hari.
Ketika dikonfirmasi salah seorang dari penarik rakit tersebut mengatakan "kami tidak berlakukan tarif upah atas mereka yang hendak diseberangkan, bahkan kami juga tidak pernah menolak siapapun yang hendak menyebrang walaupun dimalam hari", ucap mereka
Rakit penyeberagan yang kami buat hanya cukup untuk 4 unit sepada motor, walaupun disaat keadaan banjir kami tetap berusaha untuk menyeberangkan mereka yang membutuhkan jasa kami namun kapasitas beban tetap kami jaga dan akan menurunkan bila over kapasitas", lanjut mereka.
"Dari yang biasa kami seberang kan 4 unit kendaraan sepeda motor, jika keadaan banjir hanya bisa membawa 3 unit", begitulah ujar salah seorang penarik rakit demi menjaga keselamatan mereka yang menyeberang.
(Liputan wartawan Novi Andria Lesmana)
Media Swara Semesta (4/09)
Serdang Bedagai
Terkesan seperti kembali ke zaman silam, secara tradisional masyarakat diseberangkan dengan menggunakan dua sampan yang dirakit menjadi satu mengapung di atas air sebagai sarana untuk akses yang digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.
Sampan tersebut digunakan untuk mempermudah masyarakat yang hendak beraktivitas melintai jalur penyeberangan alternatif, berhubung jembatan dalam perbaikan dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga mengharuskan masyarakat desa Naga Kesiangan bersama dengan kepala desa Boimin berinisiatif membuat rakit untuk mempermudah aktifitas mereka sehari-hari.
Ketika dikonfirmasi salah seorang dari penarik rakit tersebut mengatakan "kami tidak berlakukan tarif upah atas mereka yang hendak diseberangkan, bahkan kami juga tidak pernah menolak siapapun yang hendak menyebrang walaupun dimalam hari", ucap mereka
Rakit penyeberagan yang kami buat hanya cukup untuk 4 unit sepada motor, walaupun disaat keadaan banjir kami tetap berusaha untuk menyeberangkan mereka yang membutuhkan jasa kami namun kapasitas beban tetap kami jaga dan akan menurunkan bila over kapasitas", lanjut mereka.
"Dari yang biasa kami seberang kan 4 unit kendaraan sepeda motor, jika keadaan banjir hanya bisa membawa 3 unit", begitulah ujar salah seorang penarik rakit demi menjaga keselamatan mereka yang menyeberang.
(Liputan wartawan Novi Andria Lesmana)
Tags
Responsive Ad Here


0 Komentar