"Kalau benar BUMN banyak penjahatnya, kenapa enggak kirim Tim Polri dan Kejaksaan, Kenapa Harus Ahok"


Media Swara Semesta (22/11)
Keberadaan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disebut perlu untuk memberantas mafia yang selama ini menggerogoti perusahaan plat merah.

Namun tidak semuanya beranggapan demikian. Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi heran dengan pihak-pihak yang seakan-akan memframing mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai penyelamat BUMN.

"Kok tega ya mereka bohongi rakyat demi dia (Ahok)? Katanya di Pertamina banyak mafia/bajingan maka perlu Ahok untuk bersihkan," kata Adhie dalam akun twitternya, Kamis (21/11).


Alasan tersebut dinilai tak masuk akal. Sebab saat ini Indonesia memiliki perangkat hukum yang mumpuni untuk memberantas maafia BUMN seperti yang dituduhkan.

"Kalau benar banyak penjahatnya, kenapa enggak kirim tim Polri dan Kejaksaan RI? Kalian pikir mereka (Polri-Kejaksaan) sudah memble?" tukasnya.


Penunjukan Ahok belakangan memang menuai pro dan kontra. Bagi pihak yang kontra, sosok Ahok di BUMN akan cenderung membuat kegaduhan baru, sedangkan pihak yang pro beranggapan penunjukan tersebut perlu dilakukan sebagai upaya 'bersih-bersih' BUMN.


"Kita butuh sosok yang tegas, antikorupsi karena BUMN ini dikhawatirkan dikuasai oleh kelompok-kelompok yang kita sebut gangster ya, yang menjadikan BUMN ladang perampokan uang negara yang akhirnya merugikan," tutur Benny di Jakarta G
"Kalau benar BUMN banyak penjahatnya, kenapa enggak kirim Tim Polri dan Kejaksaan, Kenapa Harus Ahok" "Kalau benar BUMN banyak penjahatnya, kenapa enggak kirim Tim Polri dan Kejaksaan, Kenapa  Harus Ahok" Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 21.11.19 Rating: 5

No comments:

Theme images by Jason Morrow. Powered by Blogger.