Buruh Demo Tolak UU Ciptaker, Prabowo: Kalau Terlalu Kencang Pengusaha Pindah

Media Swara Semesta (13/10/2020)

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diam-diam ikut memantau aksi unjuk rasa para buruh yang menolak Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Menurut dia, di era global seperti sekarang ini, pengusaha tidak terlalu ambil pusing terhadap sejumlah aksi unjuk rasa dari para buruh atau pekerja.

"Perusahaan itu gampang, dia pindah. Pabrik-pabrik sudah diasuransi, jadi kalau mau mogok, mau dibakar, mau diduduki, si pengusaha tinggalkan saja pabriknya, sudah diasuransi kok," kata Prabowo dalam wawancara yang dipublikasikan DPP Partai Gerindra, Senin (12/10/2020) malam.

Menteri Pertahanan (Menhan) ini meminta para buruh tetap tenang dan tidak mudah emosi. Prabowo memahami, saat ini para pimpinan buruh tengah dihadapkan situasi sulit karena harus memperjuangkan hak-hak para buruh, tapi di sisi lain juga harus bisa mengerti kondisi perusahaan.

"Kalau dia terlalu kencang si pengusaha pindah. Nah, ini yang mesti disadari oleh teman-teman, kawan-kawan buruh. Jangan emosional, jangan cepat marah, jangan mudah untuk bikin aksi massa sehingga munculnya adalah vandalisme," ujarnya.

Bahkan, kata Prabowo, si pengusaha akan tetap untung meskipun dia harus meninggalkan pabriknya di Indonesia. Apalagi, pengusaha tersebut bisa dengan mudah dan cepat memindahkan modalnya di Indonesia ke negara lain yang dituju.

Mantan komandan jenderal (danjen) Kopassus ini menyebut, hal tersebut juga bisa dilakukan pengusaha Indonesia. "Sekarang sudah ada pengusaha-pengusaha Indonesia yang ada di India, yang buka pabrik di Nigeria, yang ada di Mesir. Jadi dunia ini sudah semakin kecil, modal itu cepat pindah," ucapnya.


(Ins/an)

Buruh Demo Tolak UU Ciptaker, Prabowo: Kalau Terlalu Kencang Pengusaha Pindah Buruh Demo Tolak UU Ciptaker, Prabowo: Kalau Terlalu Kencang Pengusaha Pindah Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 13.10.20 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.