17 Tahun Siswa Gampong Panca Kubu, Lembah Seulawah, Aceh Besar Harus Menyeberangi Sungai Demi Menuntut Ilmu


Media Swara Semesta (23/01/2021)

Aceh Besar

Sudah 17 tahun para siswa dari Gampong Panca Kubu, Lembah Seulawah, Aceh Besar, harus menyeberangi sungai untuk mencapai sekolahnya.  

Sebelumnya, ada satu jembatan gantung membentang sungai yang menjadi akses warga Panca Kubu ke luar kampung. Namun, pada tahun 2004 jembatan yang menjadi urat nadi desa terpencil itu ambruk diterjang banjir.  

Bukan tanpa risiko bagi anak-anak ketika menyeberang. Sekretaris Gampong Panca, Abdullah, menyebutkan sekitar 6 bulan yang lalu seorang anak hanyut saat menyeberang besama kakaknya. Bocah itu kemudian ditemukan meninggal dunia. “Itu kasus kedua anak kecil hanyut dan meninggal saat menyeberang sungai ini,” kata Abdullah 

Menurutnya, pada tahun 2008 pemerintah Aceh sempat membangun jembatan rangka baja untuk menggantikan jembatan gantung yang ambruk. Sekitar setahun dikerjakan, jembatan yang diharap-harapkan hanya selesai setengahnya saja. “Setelah 13 tahun sejak dibangun, kondisi jembatan masih seperti itu, hanya selesai setengah,” katanya.  

Dia berharap, jembatan itu segera dibangun sampai bisa digunakan, karena ada 90 Kepala Keluarga atau 400 jiwa yang tinggal di Gampong Panca Kubu, dan menyeberangi sungai satu-satunya akses keluar, lanjutnya.

Panca Kubu sendiri dulunya merupakan daerah sentra pertanian penghasil, rambutan, pinang, langsat, pisang, dan beragam tanaman palawija lainnya. “Dulunya di Panca Kubu tinggal sekitar 300 KK warga transmigrasi, nanun saat konflik banyak yang kembali ke daearah asal. Kini sebagian ada yang masih bertahan di sini,” tutup Abdullah. 

(K/ann)

17 Tahun Siswa Gampong Panca Kubu, Lembah Seulawah, Aceh Besar Harus Menyeberangi Sungai Demi Menuntut Ilmu 17 Tahun Siswa Gampong Panca Kubu, Lembah Seulawah, Aceh Besar Harus Menyeberangi Sungai  Demi Menuntut Ilmu Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 22.1.21 Rating: 5

No comments:

Theme images by Jason Morrow. Powered by Blogger.