KKB Papua Sering Membuat Onar, Mengancam dan Memeras Warga Masyarakat.



Media Swara Semesta (11/4/2021)
Warga di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, mengecam aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB). Selain membuat onar, mereka ternyata sering mengancam warga dan meminta paksa uang Rp20 juta kepada warga pendatang.

Keluarga korban Oktovianus Rayo berinisial RS mengatakan, tudingan KKB yang menyebut korban sebagai mata-mata aparat keamanan hanyalah modus komplotan tersebut.

Di sini (Beoga) mereka sering mengancam kios-kios pendatang untuk menyerahkan uang Rp20 juta rupiah per kios," kata RS saat dikonfirmasi, Sabtu (10/4/2021).

Kepala Humas Satgas Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Alqudussy mengatakan, dua guru yang tewas di tangan KKB yakni Rayo dan Renden. Keduanya memiliki tugas mulai yakni mencerdaskan anak-anak di pedalaman daerah Papua.

"Tidak ada bukti kedua guru tersebut sebagai mata-mata aparat. Siapapun yang punya hati nurani pasti tidak akan membenarkan penembakan keji ini," ujar dia.

Menurut dia, peristiwa serupa pernah juga terjadi tepatnya pada 22 Mei 2020, ada tenaga medis yang sedang bertugas melakukan penganan Covid-19, tewas ditembak KKB dengan modus menuding korban sebagau mata-mata aparat.

"KKB ini juga pintar memanfaatkan media. Setelah eksekusi korban. Lalu update ke media sosial sebagai sebuah kebanggaan dengan menggiring informasi seolah-olah tindakan mereka sudah benar untuk mencari dukungan publik," ujarnya.
KKB Papua Sering Membuat Onar, Mengancam dan Memeras Warga Masyarakat. KKB Papua Sering Membuat Onar, Mengancam dan Memeras Warga Masyarakat. Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 10.4.21 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.