Gegara Kemahalan Jual Rokok, Pedagang di Palembang Harus Kehilangan 3 Jari

Berita Gambar

Media Swara Semesta (23/11/2021)

M Nuh Antoni (56), warga Jalan PSI Kenayan, Kecamatan Gandus Palembang, Sumatera Selatan ditangkap Unit Reskrim Polsek Gandus Palembang usai menyerang Dodi Pranata (30). Pelaku menyerang korban yang merupakan tetangganya sendiri menggunakan pedang.

Kapolsek Gandus Palembang, AKP Kusyanto mengatakan, bahwa tersangka nekat menyerang tetangganya tersebut hanya karena masalah sepeleh yakni korban memberikan harga rokok yang lebih mahal kepada tersangka.

"Dilatarbelakangi oleh harga rokok yang lebih mahal dari korban. Pada saat kejadian, tersangka melakukan aksinya itu bersama anaknya, RJ, yang masih dalam pengejaran polisi," ujar Kusyanto, Senin (22/11/2021).

Akibat kejadian tersebut, lanjut Kusyanto, tiga jari korban yakni jari manis, kelingking dan jari tengah putus terkena sabetan parang tersangka. "Kejadian itu terjadi pada 31 Oktober 2021 lalu. Dari keterangan tersangka, korban sempat menangkis serangan menggunakan tangan hingga harus kehilangan jarinya," katanya.

Usai meluapkan emosinya tersebut, kata Kusyanto, tersangka dan anaknya langsung melarikan diri. "Akibat ulahnya itu, tersangka terancam hukuman penjara di atas lima tahun dan dari tangan pelaku kita turut mengamankan parang panjang yang digunakan dalam aksinya," kata Kompol Kusyanto.

Sementara itu, pelaku Antoni mengaku nekat melakukan aksinya tersebut karena emosi setelah anaknya bercerita kepadanya. "Saya khilaf dan emosi sesaat," ucap Antoni.


(red)

Gegara Kemahalan Jual Rokok, Pedagang di Palembang Harus Kehilangan 3 Jari Gegara Kemahalan Jual Rokok, Pedagang di Palembang Harus Kehilangan 3 Jari Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 22.11.21 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.