Diduga Kuat Adanya Manajemen Intimidasi di PT. SPMN/Rumah Sakit Sri Pamela Tebing Tinggi



Media Swara Semesta (1/11)
Tebing Tinggi
Sangat disayangkan Rumah sakit Sri Pamela dalam mengelola SDM-nya tidak secara profesional, apalagi rumah sakit tersebut begitu populer di kota tebing tinggi dengan letaknya yang strategi  berada ditengah kota lintasan Pematang Siantar- Medan dan Rantau Prapat-Medan.

Dari letaknya yang strategi tersebut seharusnya manajemen rumah sakit, mengelola SDM yang ada secara berkualitas dan memiliki  legalitas sesuai profesi masing-masing dan didukung dengan peralatan medis yang dilengkapi dengan legalitas penggunaannya pula, sehingga menjadi lirikan masyarakat untuk bisa dipercaya merawat kesehatannya.

Setelah mendengar, memperhatikan dan hasil konfirmasi yang dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk pejabat yang mengurusi bidang SDM (sdr. Rizky) dan legalitas (sdr.Rio) di PT.SPMN yang merupakan anak perusahaan PTPN3, sangat disesalkan di perusahaan ini disinyalir masih mengadopsi sistem manajemen intimidasi dengan tujuan agar karyawan yang menjadi sasaran merasa tidak nyaman dan berhenti dengan sendirinya beralasan mengundurkan diri secara sepihak.



Jika ditinjau ulang biaya yang dikeluarkan oleh PT.SPMN untuk perekrutan tenaga kerja yang ditempatkan di bidang pengamanan/satpam dan dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dari biaya yang dikeluarkan tidak menunjukkan hasil yang signifikan dalam artian bagi yang direkrut belum menunjukkan adanya upaya tanggung jawab saling memiliki dan rela berkorban untuk kepentingan perusahaan ini.

Bahkan sudah berapa banyak  karyawan yang keluar atau berhenti dengan alasan melakukan tindakan indisipliner, akan tetapi pernahkah semua ini dievaluasi penyebab dan solusinya??.

Manajemen kepemimpinan era reformasi adalah manajemen yang berkualitas bertanggung jawab dan dilakukan secara kebersamaan (teamwork) dengan mempertimbangkan hak azasi yang selalu melekat dalam diri individual masing-masing, sehingga mampu meyakinkan diri bahwa rumah sakit Sri Pamela adalah tempat kerja yang pantas untuk mengembangkan karir kerja kedepannya, sehingga dapat menghasilkan pelayanan yang serba prima kepada masyarakat, bukan mencari-cari kesalahan anggota ungkap Dirsyam, Humas LSM SWARA SEMESTA KEADILAN.


Diminta kepada manajemen PT.SPMN agar mengevaluasi tentang ucapan Danton Budi "mana si anjing Dir.....?, tunggu aja di bulan September ini pasti dia sudah dipecat".

Sebenarnya inilah yang disebut manajemen intimidasi yang sengaja diciptakan agar tidak nyaman dalam bekerja dilingkungan terkecil perusahaan ini, terutama bidang pengamanan karena sudah berapa banyak satpam yang dipecat dibawah kepemimpinan kepala keamanan/danton Budi,  dan hal ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut karena sudah melanggar pasal 39 tahun 1999 tentang hak azasi manusia, dan hal ini dapat dipidanakan", ucapnya

Seharusnya lakukanlah kepemimpinan yang merangkul untuk kerjasama yang baik (teamwork), respon, inovatif dan excellent,  sehingga tercipta kwalitas kerja yang dilakukan dengan jujur, tulus dan ikhlas sesuai motto PTPN3, bukan gonta-ganti pekerja yang menghabiskan biaya", tegas Dirsyam.


"Dari ungkapan tentang pengelolaan SDM sebagaimana diatas menunjukkan adanya dugaan kuat bahwa sudah terbiasa di lingkungan satuan pengamanan PT. SPMN diciptakan manajemen intimidasi, karena sudah banyak satpam yang dipecat dibawah kepemimpinan kepala keamanan/dantonnya. dan hal ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat merusak citra rumah sakit Sri Pamela.

Kepada manajemen pimpinan rumah sakit Sri Pamela diminta untuk merubah pola pikir untuk melayani bukan untuk dilayani, lakukanlah yang terbaik yang akan berbuah hasil yang baik pula. (red)


Diduga Kuat Adanya Manajemen Intimidasi di PT. SPMN/Rumah Sakit Sri Pamela Tebing Tinggi Diduga Kuat Adanya Manajemen Intimidasi di PT. SPMN/Rumah Sakit Sri Pamela Tebing Tinggi Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 31.10.19 Rating: 5

No comments:

Theme images by Jason Morrow. Powered by Blogger.