Seorang Kakek di Bekasi Terpaksa Hasrus Mengungsi Selama 2 Bulan akibat Tawon ndas


Media Swara Semesta (30/12)
Seorang warga di Kampung Gamprit RT 3 RW 2, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Sueb (65) terpaksa mengungsi selama dua bulan karena takut adanya sarang tawon ndas sebesar kambing dewasa berada di atap dalam rumah.

"Selama dua bulan ini, dia tidur di depan rumah tetangganya," kata Komandan Regu Tim Evakuasi di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho Minggu (29/12).

Pihaknya yang menerima laporan itu, langsung turun tangan. Evakuasi sarang tawon vespa affinis dilakukan pada Sabtu malam kemarin sekitar pukul 18.50 WIB. Petugas hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk menurunkan tawon predator yang kerap menyerang kepala orang ketika terancam ini.

"Lubang sarang tawon kami semprot dengan obat semprot nyamuk secara kontinyu tanpa terputus, kemudian kami turunkan. Ada beberapa tawon yang terbang, tapi sudah mabuk," kata Adhi.

Menurut dia, sarang tawon yang dievakuasi lumayan besar. Bahkan, setara dengan ukuran kambing dewasa. Setelah dievakuasi, kata dia, Sueb pun menjadi tenang, sehingga bisa kembali ke rumahnya.

"Sudah bisa beraktivitas lagi di dalam rumah, bahkan tidur pun bisa nyaman dan aman," katanya.

Ia menambahkan, permohonan evakuasi sarang tawon di wilayahnya meningkat dalam sebulan terakhir ini. Bahkan belum lama ini seorang warga di Kampung Kedung Bokor, Muara Gembong, Sutarma (74) tewas akibat diserang oleh sekelompok tawon ndas.

Korban sempat dirawat dua hari di rumah sakit akibat mendapat lebih dari 50 sengatan di punggung hingga kepala. Karena itu, ia meminta tak sembarangan mengevakuasi sarang tawon ndas, lebih baik meminta bantuan petugas pemadam kebakaran. M
Seorang Kakek di Bekasi Terpaksa Hasrus Mengungsi Selama 2 Bulan akibat Tawon ndas Seorang Kakek di Bekasi Terpaksa Hasrus Mengungsi Selama 2 Bulan akibat Tawon ndas Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 29.12.19 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.