Waspadai Arisan Online yang Mengimingi Keuntungan Besar, Kali ini Kasus Penipuan Terjadi di Nias Sumatera Utara


Media Swara Semesta (24/1)
Ibu rumah tangga berinisial NIT (29) jadi tersangka kasus penipuan investasi arisan online di Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara (Sumut).

Tersangka ditangkap di rumah sekaligus kantornya di kawasan Jalan Kelapa, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, Sumatera Utara, di Mapolres Nias, Kamis (23/1/2020).

Kepala Kepolisian Resor Nias AKBP Deni Kurniawan mengatakan pihaknya berhasil membongkar praktik penipuan investasi arisan online setelah menerima laporan korban bernama Petrus Hamonangan Panjaitan (32) pada 16 Oktober 2019.

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut dan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi-saksi serta ahli pidana dari Universitas Sumatera Utara, maka perbuatan tersangka NIT tersebut merupakan perbuatan pidana.

"Ini semua hasil dari pemeriksaan saksi-saksi dan saksi ahli, sehinga kami bisa mengungkap ini dan kami akan kembangkan terus," ujar Deni di Mapolres Nias, Kamis.

Kronologi terbentuknya Arisan Tolong Menolong
Sekitar bulan Januari 2019 tersangka NIT membentuk arisan online di Facebook dengan nama "Arisan Tolong Menolong".

Di arisan tersebut itulah ia sebagai owner sekaligus sebagai adminnya. Tersangka menggabungkan anggotanya ke dalam grup Facebook untuk memudahkan komunikasi dalam menjalankan arisan online tersebut.

"Untuk mengelelabui para korbannya, tersangka membuat sebuah group agar dirinya dan anggota lainnya dapat tetap berkomunika dan tidak menimbulkan kecurigaan," ujar Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, Kamis.

Arisan online yang dibentuk oleh tersangka memiliki beberapa sistem permainan. Antara lain sistem duet, sistem trio dan sistem reguler. Sementara yang ikut dalam sistem arisan tersebut terbagi atas peminjam dan penginvestasi.

Tersangka lalu menginformasikan bahwa akan dibuka kloter baru dengan kode NSL dan angka untuk sistem duet. Dia juga membuatkan berapa jumlah arisannya, pendapatan, serta jatuh temponya hingga biaya admin.

Contoh, permainan duet satu set dengan kode NSL 01, akan mendapatkan arisan Rp 10 juta dengan tempo pembayaran 30 hari dan biaya administrasi Rp 500.000. Permainan duet selanjutnya berlaku dengan kelipatan lebih besar.

"Tersangka membuat sebuah sistem pola mendapatkan arisan dan waktu pembayaran serta biaya adminnya, yang dipostingnya dalam grup Facebook yang dibuat oleh tersangka," lanjut Deni.

Tata cara permainan
Dalam arisan online tersebut, ada tata cara permainannya. Pihak yang pertama mendapatkan arisan tersebut adalah anggota yang memilih nomor urut 1 atau disebut sebagai peminjam, sementara nomor urut 2 disebut pengivestasi.

Penginvestasi melaksanakan kewajibannya membayar arisan sistem duet tersebut dengan cara mentransfer uang sebesar Rp 4 juta berikut dengan biaya admin sebesar Rp 500.000 kepada tersangka NIT.

NIT kemudian mentransfernya kepada peminjam, hanya sebesar Rp 3,5 juta lantaran dipotong biaya admin Rp 500.000. Kemudian, saat jatuh tempo selama 30 hari, penginvestasi atau nomor urut 2 akan mendapatkan arisan selanjutnya.

"Begitulah sistem permainan dari sistem duet pada arisan online yang diadakan tersangka sedangkan untuk sistem regular dan trio, berbeda juga sistem permainannya," jelas Deni. 

Setelah ada laporan penipuan, polisi kemudian memberhentikan sistem arisan online tersebut.  K
Waspadai Arisan Online yang Mengimingi Keuntungan Besar, Kali ini Kasus Penipuan Terjadi di Nias Sumatera Utara Waspadai Arisan Online yang Mengimingi Keuntungan Besar, Kali ini Kasus Penipuan Terjadi di Nias Sumatera Utara Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 23.1.20 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.