Masyarakat Desa Batu 12 Dolok Masihul Merasa tidak nyaman dengan Kepala desanya, dan meminta kepada Bupati untuk Menonaktifkan Kades.


Media Swara Semesta (4/7)
Serdang Bedagai
Masyarakat Desa Batu 12 kecamatan Dolok Masihul kabupaten Serdang Bedagai Merasa tidak nyaman dengan Kepala desanya Roma br. Sinaga dan meminta kepada aparat penegak hukum agar mengusut kinerjanya selama menjabat di desa Batu 12

"Kami sebagai rakyat tidak merasakan adanya sentuhan pembangunan di desa Batu 12, dan boleh dilihat desa kami ini, selama kepemimpinan kades Roma Sinaga, dimanakah hasil kucuran pembangunan yang berasal dari Dana Desa, bahkan seharusnya bantuan-bantuan yang sifatnya gratis untuk kelompok tani namun sebaliknya  dibebankan pengutipan", ucap mereka ketika di konfirmasi di dusun III desa Batu 12, Sabtu 4 Juli 2020

Seorang Kepala Desa (Kades) sebenarnya  harus mampu menjembatani kepentingan masyarakat. Selain itu juga Kepala Desa harus merangkul semua kepentingan, sehingga program pembangunan desa mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat namun ironisnya Roma Sinaga telah mencederai hati nurani masyarakat dengan perlakuan-perlakuan yang sifatnya otoriter.


Penegasan ini disampaikan masyarakat desa tersebut dalam menyikapi berbagai perkembangan yang terjadi saat ini di desa Batu 12, terutama dalam memberikan pelayanan maupun transparansi setiap kegiatan pembangunan sesuai video dibawah ini.

"Jabatan Kades adalah pilihan rakyat, maka tentunya semua amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan perlu diketahui bahwa kedaulatan atau kekuasaan tertinggi itu ditangan rakyat dan kepala desa merupakan bagian dari amanat masyarakat dalam menjalankan roda pemerintahan, bukan mencederai", ucap mereka.


Kami sebagai rakyat atau masyarakat desa Batu 12 kecamatan Dolok Masihul yang memiliki kedaulatan tertinggi sebagaima UUD45 meminta ketegasan bapak bupati Serdang Bedagai berikut jajarannya untuk menonaktifkan Roma Sinaga sebagai kepala desa, dengan pertimbangan sbb:

1.Sejak kepemimpinannya, kami tidak lagi menikmati kemerdekaan secara lahiriah karena acara 17 Agustus HUT Kemerdekaan RI tidak lagi dilaksanakan di desa Batu 12 sejak kepala desanya Roma Sinaga.

2.Sebagai kepala desa Roma Sinaga tidak beretika layaknya bangsa Indonesia bertolak belakang dengan sila kedua Pancasila karena selalu melukai hati masyarakat desa tersebut dengan melalui lisannya. "Untuk apa kau bawa kartu keluarga mu kesini tidak akan kau dapatkan bantuan apapun, paling kartu keluarga mu itu kubuat untuk membersihkan kotoran ku atau untuk cebokku" ucapnya kepada warga

3.Pembagian Sertifikat tanah yang seharusnya gratis dari presiden Jokowi, namun dilakukan pengutipan biaya hingga mencapai Rp.500 ribu rupiah, bukankah ini disebut pungli??.

4.Meminta kepada Tim Audit pemerintah Kabupaten  Serdang Bedagai untuk mengaudit ulang secara teliti atas penggunaan dana desa sejak tahun 2017-2019 yang digunakan untuk pembangunan di desa Batu 12, karena menurut pengamatan kami dari kwalitas pekerjaan hanya 50% realisasi yang tertuang ke lapangan, bahkan pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut tidak dilakukan secara swakelola artinya dari pihak luar pengerjaannya.

"Semoga keprihatinan kami ini dapat diperhatikan dan ditindaklanjuti sebagaimana ketentuan hukum di Indonesia dengan prinsip-prinsip sesuai norma Pancasila", tutup mereka

Wartawan : A'An Semesta
Masyarakat Desa Batu 12 Dolok Masihul Merasa tidak nyaman dengan Kepala desanya, dan meminta kepada Bupati untuk Menonaktifkan Kades. Masyarakat Desa Batu 12 Dolok Masihul Merasa tidak nyaman dengan Kepala desanya, dan meminta kepada Bupati untuk Menonaktifkan Kades. Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 4.7.20 Rating: 5

No comments:

Theme images by Jason Morrow. Powered by Blogger.