Kades Edi Parmen Saragih Optimis Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Simalas Melalui Pupuk Kompos Limbah Rumah Tangga

 


Media Swara Semesta (20/9)

Pupuk merupakan tambahan nutrisi penting bagi tumbuhan. dan perlu diketahui bahwa pupuk memiliki banyak jenis, baik berbahan kimia maupun organik. Salah satu pupuk organik yang paling berkhasiat adalah pupuk kompos.

Sebagai masyarakat Desa Simalas, yang sumber penghasilannya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari berasal dari pertanian maka dipandang perlu untuk membuat pupuk alternatif yang selama ini terbiasa menggunakan pupuk berbahan kimia kini dirubah menjadi yang alami yaitu pupuk kompos ucap Edi Parmen Saragih Kepala Desa Simalas, saat memberikan kata sambutan pembukaan pelatihan pembuatan pupuk kompos DD-TA.2020. Sabtu, 19 September 2020.


Sengaja kita mengundang narasumber untuk melatih kita sebagai masyarakat desa Simalas agar dapat mengetahui dan mengembangkan ilmu yang diperoleh sehingga mampu menjadikan pupuk kompos sebagai produk yang memiliki nilai jual guna menunjang ekonomi masyarakat, ucap Saragih

Sekali lagi saya ucapkan selamat datang peserta latihan dan mari kita tingkatkan ekonomi masyarakat melalui ilmu yang bermanfaat, dan manfaatkan produk yang dihasilkan secara ekonomis untuk tanaman sendiri, tegas Edi Parmen Saragih, Kades yang memiliki inovasi demi ekonomi masyarakatnya.

Di sesion penyampaian materi Yudi selaku petugas Penyuluhan dinas pertanian Serdang Bedagai yang bertindak sebagai narasumber menyampaikan tentang apa itu pupuk kompos dan manfaatnya bagi tanaman.

"Pupuk kompos adalah pupuk organik yang berasal dari berbagai macam bahan alami. Misalnya daun, jerami, kulit buah, dan sejenisnya. Bahan-bahan tersebut akan mengalami pembusukan secara alami" urainya

Proses pembusukan atau penguraian tersebut dibantu oleh berbagai jenis bakteri dan unsur mikroba. Setelah bahan-bahan tersebut mulai terurai, maka hasilnya adalah “kompos”. Inilah yang bisa menjadi “makanan” bergizi bagi sebuah tanaman, lanjut Yudi.

Manfaat paling utama bagi petani atau pemilik tanaman yaitu bisa dilihat dari segi ekonomi. Bagaimana tidak? Karena pupuk kompos terbuat dari bahan-bahan alami, tentu hal ini dapat menghemat anggaran semasa perawatan tanaman, dan setelah ini akan kita praktekkan pembuatannya. tutup Yudi sambil memasuki sesion tanya jawab.

Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos ternyata sangat diminati oleh masyarakat, dan hal itu dapat dilihat dari antusiasnnya peserta dalam mengikuti pelatihan tersebut, bahkan Kepala Desa Edi Parmen Saragih ikut terjun ke lapangan bersama masyarakatnya terdorong dari keinginannya untuk belajar bersama.

Ketika ditanya tentang alasan apa sehingga mengambil pelatihan di bidang pembuatan pupuk kompos, dia menjawab "harga pupuk dengan nilai jual produksi tidak sebanding, sehingga mengharuskan kita untuk mencarikan pupuk alternatif yang mudah didapat namun manfaatnya mampu meningkatkan komposisi unsur hara, mineral atau nutrisi lain dari dalam tanah. Unsur-unsur inilah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, sesuai kata pembimbing", tutup Edi Parmen Saragih.


Wartawan : A'An Semesta

Kades Edi Parmen Saragih Optimis Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Simalas Melalui Pupuk Kompos Limbah Rumah Tangga Kades Edi Parmen Saragih Optimis Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Simalas Melalui Pupuk Kompos Limbah Rumah Tangga Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 20.9.20 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.