15 Ton Ikan di Danau Maninjau Mati, Ini Penyebabnya

Media Swara Semesta (4/2/2021),

Sebanyak 15 ton ikan di Danau Maninjau, Agam, Sumatera Barat mati mengambang. Ikan itu mati diduhga karena adanya angin kencang.

"Ikan itu mati secara massal akibat angin kencang melanda daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto, Kamis (4/2/2021).

Dengan kondisi itu, kata Ermanto, ikan menjadi pusing dan mengapung ke permukaan danau, setelah oksigen berkurang di dasar danau.

"Setelah itu ikan mati secara massal dan bangkai ikan mengapung di dalam keramba jaring apung," kata dia.

Total kerugian yang diderita petani ikan mencapai Rp300 juta. Ke-15 ton ikan itu tersebar di Nagari Bayua sebanyak lima ton dan Nagari Koto Malintang 10 ton. Ikan itu berasal dari puluhan keramba jaring apung milik puluhan petani.

"Total kerugian petani akibat kematian itu sekitar Rp300 juta. Kematian sejak kemarin," katanya.

Ermanto mengimbau nelayan untuk memanen ikan untuk dipindahkan ke kolam air deras dalam mengantisipasi kerugian cukup besar.

"Mengingat potensi kematian ikan itu masih besar, angin kencang masih melanda daerah itu," kata dia.


(ins/an)

15 Ton Ikan di Danau Maninjau Mati, Ini Penyebabnya 15 Ton Ikan di Danau Maninjau Mati, Ini Penyebabnya Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 3.2.21 Rating: 5

No comments:

Theme images by Jason Morrow. Powered by Blogger.