Pemerintah memastikan masyarakat yang mudik Idul Fitri 1442 Hijriah tidak akan lolos dari pemeriksaan kesehatan.



Media Swara Semesta (17/5/2021)

Pemerintah memastikan masyarakat yang mudik Idul Fitri 1442 Hijriah tidak akan lolos dari pemeriksaan kesehatan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Pemudik yang kembali ke Jakarta wajib menunjukkan surat bebas Covid-19 atau mengkuti swab antigen di posko yang sudah disediakan.

Selain itu, pemudik yang lolos dari pantauan posko penyekatan akan didatangi oleh perangkat tiga pilar untuk memastikan bebas Covid-19. Rumah mereka juga akan ditempel penanda atau stiker agar lebih mudah diawasi.

"Rumah pendatang mudik dalam pengawasan karantina mandiri," tulisan stiker tersebut yang dilihat dalam akun Isnstagram @kominfotik_jkt, Senin (17/5/2021).

Dalam foto yang diunggah dalam akun Instagram tersebut juga terlihat petugas tiga pilar menempelkan stiker penanda di rumah pemudik. Stiker tersebut ditempel di depan rumah warga yang baru saja pulang mudik.


"Kita siagakan, hal ini dilakukan guna mengurangi ruang penyebaran penularan Covid-19 pasca mudik lebaran bagi warga yang kembali dari kampung halaman," kata Lurah Penggilingan, Usdiyati dikutip dari akun Instagram itu.

Dia menuturkan, telah mengaktifkan peran Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro untuk pengetatan, terutama sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan.⁣Red






Pemerintah memastikan masyarakat yang mudik Idul Fitri 1442 Hijriah tidak akan lolos dari pemeriksaan kesehatan. Pemerintah memastikan masyarakat yang mudik Idul Fitri 1442 Hijriah tidak akan lolos dari pemeriksaan kesehatan. Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 16.5.21 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.