Tak Ada Tempat Kosong di Semua RS Karena Penuh, Anies Menangis Tak Bisa Bantu Warga

Berita Gambar

Media Swara Semesta (16/7/2021),

Hampir semua rumah sakit (RS) di DKI Jakarta penuh dengan pasien Covid-19. Pasien baru sulit untuk mendapatkan tempat tidur.

Sulitnya mendapat ranjang bahkan ruang perawatan sudah menjadi cerita sehari-hari di tengah amukan gelombang kedua Covid-19 di Indonesia saat ini. Tak terkecuali dialami Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Di sela dzikir dan doa bersama secara virtual yang digelar Musyawarah Mubaligh malam ini, Kamis (15/7/2021), Anies mengungkapkan pengalamannya saat mencoba mencarikan tempat bagi salah satu warga yang cukup parah terpapar Covid-19.

"Ada empat dirut rumah sakit yang saya telepon dan semuanya bilang tak ada tempat kosong lagi. Itu saking penuhnya kapasitas di fasilitas kesehatan menampung pasien Covid-19," tutur Anies.

Beberapa menit kemudian, masuk pesan WhatsApp ke ponselnya. Isi pesan itu kurang lebih seperti ini: " Pak, sudah ada tempat kosong untuk keluarga saya. Innalillahi wainnailaihi rojiun...."

Tempat kosong yang dimaksud tentu bukan ranjang atau ruang perawatan melainkan liang pemakaman. "Jadi sudah seperti itu saat ini kondisinya. Lahan di Rorotan yang beberapa waktu lalu hamparan tanah kosong, malam ini sejauh mata memandang hanya hamparan makam," kata Anies dengan mata berkaca-kaca.

Dalam kesempatan itu, Anies juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keselamatan para tenaga kesehatan, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan mereka semua yang terus bertugas melayani para pasien serta menjaga ketaatan PPKM darurat.

"Minimal, kita benar-benar taat protokol kesehatan, kurangi interaksi dan mobilitas. Itu akan sangat membantu upaya menurunkan penularan Covid-19," tuturnya.Red

Tak Ada Tempat Kosong di Semua RS Karena Penuh, Anies Menangis Tak Bisa Bantu Warga Tak Ada Tempat Kosong di Semua RS Karena Penuh, Anies Menangis Tak Bisa Bantu Warga Reviewed by MEDIA SWARA SEMESTA on 15.7.21 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.